Home arrow Profile
KISAH NYATA : Penyakit Jantung Print

                Saya seorang ibu rumahtangga, usia saya 49 tahun. Saya memiliki kelainan jantung bawaan semenjak lahir. Luar biasa tersiksanya saya.

                Masa kecil saya, saya habiskan di rumah saja, tidak pernah bermain-main seperti anak-anak kecil yang lain. Abang saya adalah teman saya satu-satunya. Karena keluarga sangat kuatir akan penyakit saya.

                Sering kali saat sedang bermain-main, keluar darah dari hidung saya, mimisan. Atau bahkan tiba-tiba saya pingsan. Saat itu saya tidak tahu apa penyakit yang saya derita. Sampai saat saya remaja, ibu membawa saya ke seorang dokter. Beliau ternyata seorang spesialis penyakit jantung.

                Selesai diperiksa saya keluar, meninggalkan ibu berdua dengan dokter di ruangannya. Pintu ruangan dokter tidak sepenuhnya tertutup. Sayup-sayup masih terdengar obrolan beliau berdua, yang membicarakan kondisi penyakit saya. Bahwa ada kelainan pada irama jantung saya, sehingga suplai oksigen ke otak terhambat.

                Tiba-tiba saya dengar ibu menangis. Saya segera masuk ke ruang dokter. Saya lihat ibu hanya menutupi muka beliau sambil terus menangis.

                “ada apa dokter..?”

                “berapa hari lagi umur saya ?”

                “kapan saya mati ?”

Tanya saya kepada dokter itu. Ibu semakin tersedu menangis.

                Sambil tersenyum dokter itu menjawab.

                “jangankan penderita sakit jantung…seorang dokter spesialis jantungpun akan mati..”

                Mendengar kata-kata beliau ini hati saya menjadi tenang. Benar sekali, bukankah semua pastinya akan mati. Saya jalani kehidupan saya dengan kondisi jantung yang tidak normal, yang membuat kegiatan saya sangat terbatas. Sampai akhirnya ada yang mengajak saya untuk ikut latihan Mahatma.

                Walau saya sadar kondisi jantung saya tidak sesehat orang lain, saya semangat ikut latihan Mahatma. Saya ingin sembuh. Ingin hidup normal seperti yang lain.

                Dan Alhamdulillah, setelah mengikuti latihan beberapa hari saja, sudah terasa ada perubahan yang sangat besar pada tubuh saya. Dan sekarang saya sudah tidak merasakan sakit seperti yang selama ini saya rasakan.

                Tidak berhenti saya bersyukur kepada Allah, atas nikmat yang telah diberikanNya kepada saya. Terimakasih kepada pelatih-pelatih saya di Mahatma, terutama kepada guru besar Mahatma bapak Kyai Haji DR. Achmad Riva’i. Alhamdulillah.

 

Kisah   ibu  Latfiati ( Pekanbaru-Riau )

NAM                       : 387549

No telp   : 0852-6373-5657                              

               

*****

 

                Pada tahun 2004 saya divonis dokter menderita sakit jantung. Kalau sedang kambuh, jantung saya terasa panas, seperti ditusuk-tusuk ratusan jarum, sakit sekali. Jika mendengar suara atau berita yang mengagetkan, saya langsung pingsan. Kapanpun bisa kambuh penyakit ini. Siang hari...bahkan tengah malam sekalipun. Kegiatan saya menjadi serba terbatas. Sangat menyiksa.

                Saya berobat di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta. Diberi obat yang harus diminum sebanyak dua kali sehari. Saya jadi ketergantungan obat. Hal ini berlangsung selama setahun.

                Pada tahun 2005 saya ikut olahraga pernafasan Mahatma. Awalnya saya ragu, mengingat penyakit saya yang tidak bisa melakukan kegiatan atau olahraga yang berat-berat. Tapi Alhamdulillah, setelah mendengar cerita-cerita sahabat-sahabat saya yang telah lebih dulu bergabung dengan Mahatma, yang tadinya juga memiliki penyakit-penyakit berat dan telah sembuh, saya akhirnya memutuskan untuk ikut.

                Dan setelah saya ikut latihan, alhamdulillah penyakit saya hilang. Sakit di jantung yang sering saya rasakan selama ini menjadi tidak ada lagi. Saya tidak minum obat-obatan lagi. Saya telah terbebas dari ketergantungan akan obat.

                Puji dan syukur hamba panjatkan ke haribaan Allah SWT, atas nikmat sehat yang telah dilimpahkan kepada hamba. Terimakasih yang tak terhingga saya haturkan kepada guru-guru saya di Mahatma, yang telah mengajarkan semua ilmu-ilmunya, terutama kepada guru besar tercinta bapak Kyai Haji DR. Achmad Riva’i. Semoga Allah selalu merahmati guru-guru saya, aamiin.

 

 Kisah ibu Suyatmi ( Jakarta )

NAM                       : 235462

No telp   : 0812-9895-3860

 

 

*****

                Beberapa tahun yang lalu saya menderita sakit. Saya merasakan nyeri di bagian dada. Detak jantung saya seperti tidak beraturan. Kadang nafaspun terasa sesak, seperti orang yang masuk angin.

                Karena sudah sangat tersiksa, akhirnya saya periksakan kondisi saya ini ke Rumah Sakit Pusat Pertamina di Jakarta. Dan hasilnya saya positif menderita sakit jantung. Selama dua hari saya menjalani pemeriksaan di sana. Akhirnya ditemukan ada penyumbatan di dua titik, 95% dan 30%. Dan harus segera diambil tindakan dengan memasang ring di kedua saluran yang tersumbat itu.

                Sudah barang tentu hal ini sangat mengagetkan saya. Kondisi jantung yang sudah demikian parah. Tindakan operasi yang harus diambil. Begitu banyak hal yang berkecamuk di benak saya.

                Ada seorang kerabat yang memberitahu saya tentang satu olahraga pernafasan yang sangat bagus untuk pengobatan. Mungkin beliau tersentuh mendengar kabar tentang kondisi saya. Sayapun sangat tertarik untuk mengikuti latihannya. Dengan mantap saya putuskan untuk tidak dioperasi memasang ring, dan segera ikut latihan olahraga pernafasan Mahatma.

                Dan sungguh ajaib, baru mengikuti latihan beberapa hari, saya rasakan peningkatan kesehatan yang sangat luar biasa di tubuh saya. Sampai tiba waktunya saya melakukan pemeriksaan rutin jantung saya di rumah sakit, hasilnya sangat mencengangkan. Penyumbatan 95% telah berkurang menjadi 43%. Menurut dokter yang menangani saya, hal ini hanya bisa dicapai dengan pengobatan rutin selama dua tahun. Tapi saya mendapatkan ini hanya dengan beberapa hari latihan saja. Sungguh satu hasil yang sangat di luar akal manusia.

               

Alhamdulillah…saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah membuang penyakit saya, dan kepada guru-guru saya, terutama kepada bapak Pembina Mahatma, bapak Kyai Haji DR. Achmad Riva’i, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas semua bimbingannya kepada saya. Sehingga saya bisa sehat lagi seperti sekarang ini. Bahkan saya sudah bisa berkendara naik sepeda motor dari Jakarta sampai ke Purwokerto. Satu hal yang sepertinya tidak mungkin saya lakukan, menjadi mampu saya lakukan, terimakasih.

 

Kisah bapak H.M Djuwaeni Poespo ( Jakarta )

NAM                       : 066438

No telp   : 0816-1181-117

 
< Prev
© 2017 Olahraga Pernafasan Mahatma
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.