Penyakit Jantung

Penyakit Jantung

Pada tahun 2004 saya divonis dokter menderita sakit jantung. Kalau sedang kambuh, jantung saya terasa panas, seperti ditusuk-tusuk ratusan jarum, sakit sekali. Jika mendengar suara atau berita yang mengagetkan, saya langsung pingsan. Kapanpun bisa kambuh penyakit ini. Siang hari…bahkan tengah malam sekalipun. Kegiatan saya menjadi serba terbatas. Sangat menyiksa.

Saya berobat di rumah sakit Harapan Kita, Jakarta. Diberi obat yang harus diminum sebanyak dua kali sehari. Saya jadi ketergantungan obat. Hal ini berlangsung selama setahun.

Pada tahun 2005 saya ikut olahraga pernafasan Mahatma. Awalnya saya ragu, mengingat penyakit saya yang tidak bisa melakukan kegiatan atau olahraga yang berat-berat. Tapi Alhamdulillah, setelah mendengar cerita-cerita sahabat-sahabat saya yang telah lebih dulu bergabung dengan Mahatma, yang tadinya juga memiliki penyakit-penyakit berat dan telah sembuh, saya akhirnya memutuskan untuk ikut.

Dan setelah saya ikut latihan, Alhamdulillah penyakit saya hilang. Sakit di jantung yang sering saya rasakan selama ini menjadi tidak ada lagi. Saya tidak minum obat-obatan lagi. Saya telah terbebas dari ketergantungan akan obat.

Puji dan syukur hamba panjatkan ke haribaan Allah SWT, atas nikmat sehat yang telah dilimpahkan kepada hamba. Terimakasih yang tak terhingga saya haturkan kepada guru-guru saya di Mahatma, yang telah mengajarkan semua ilmu-ilmunya, terutama kepada guru besar tercinta bapak Kyai Haji DR. Achmad Riva’i. Semoga Allah selalu merahmati guru-guru saya, aamiin.

Kisah ibu Suyatmi ( Jakarta )

NAM           : 235462

No telp      : 0812-9895-3860

                                                                                             *****

Beberapa tahun yang lalu saya menderita sakit. Saya merasakan nyeri di bagian dada. Detak jantung saya seperti tidak beraturan. Kadang nafaspun terasa sesak, seperti orang yang masuk angin.

Karena sudah sangat tersiksa, akhirnya saya periksakan kondisi saya ini ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di Jakarta. Dan hasilnya saya positif menderita sakit jantung. Selama dua hari saya menjalani pemeriksaan di sana. Akhirnya ditemukan ada penyumbatan di dua titik, 95% dan 30%. Dan harus segera diambil tindakan dengan memasang ring di kedua saluran yang tersumbat itu.

Sudah barang tentu hal ini sangat mengagetkan saya. Kondisi jantung yang sudah demikian parah. Tindakan operasi yang harus diambil. Begitu banyak hal yang berkecamuk di benak saya.

Ada seorang kerabat yang memberitahu saya tentang satu olahraga pernafasan yang sangat bagus untuk pengobatan. Mungkin beliau tersentuh mendengar kabar tentang kondisi saya. Sayapun sangat tertarik untuk mengikuti latihannya. Dengan mantap saya putuskan untuk tidak dioperasi memasang ring, dan segera ikut latihan olahraga pernafasan Mahatma.

Dan sungguh ajaib, baru mengikuti latihan beberapa hari, saya rasakan peningkatan kesehatan yang sangat luar biasa di tubuh saya. Sampai tiba waktunya saya melakukan pemeriksaan rutin jantung saya di rumah sakit, hasilnya sangat mencengangkan. Penyumbatan 95% telah berkurang menjadi 43%. Menurut dokter yang menangani saya, hal ini hanya bisa dicapai dengan pengobatan rutin selama dua tahun. Tapi saya mendapatkan ini hanya dengan beberapa hari latihan saja. Sungguh satu hasil yang sangat di luar akal manusia.

Alhamdulillah…saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah membuang penyakit saya, dan kepada guru-guru saya, terutama kepada bapak Pembina Mahatma, bapak Kyai Haji DR. Achmad Riva’i, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas semua bimbingannya kepada saya. Sehingga saya bisa sehat lagi seperti sekarang ini. Bahkan saya sudah bisa berkendara naik sepeda motor dari Jakarta sampai ke Purwokerto. Satu hal yang sepertinya tidak mungkin saya lakukan, menjadi mampu saya lakukan, terimakasih.

Kisah bapak H.M. Djuwaeni Poespo ( Jakarta )

NAM           : 066438

No telp      : 0816-1181-117

Kembali Ke Atas