Virus Corona

Virus Corona

Virus Corona atau Covid-19 menyebabkan kematian yang luar biasa banyaknya. Pada saat artikel ini ditulis tgl. 25 Mei 2020 data kematian karena virus corona di dunia sudah mencapai 329.179 orang yang meninggal dunia dan di Indonesia sebanyak 1.372 orang.

Virus ini begitu cepat membunuh manusia karena virus ini langsung menyerang paru-paru manusia dengan cara melapisi dinding paru-paru dengan lendir. Dengan tertutupnya dinding paru-paru oleh lendir menyebabkan alveoli yang ada di paru-paru tidak bisa menghisap oksigen, akibatnya manusia sulit bernafas dan akhirnya meninggal.  Apalagi masa inkubasi virus ini sangat cepat.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia dalam situsnya www.who.int menyatakan masa inkubasi Covid-19 atau waktu dari mulai terpapar / terkena virus corona hingga orang tersebut menimbulkan gejala penyakit, antara 1-14 hari dan yang paling umum sekitar 5 hari.   Artinya dalam waktu sekitar 5 hari sejak terkena atau terpapar virus corona ini, orang mulai sulit bernafas. Karena sulit bernafas  penderita menjadi batuk-batuk, kemudian demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius), sakit tenggorokan dan sakit kepala yang menyiksa. Hari keenam dan selanjutnya semakin sulit bernafas dan penderitaannya semakin parah, dan  akhirnya pada hari ke 14 karena sudah sangat sulit bernafas dan akhirnya meninggal dunia.

Obat darurat untuk membasmi virus corona yaitu Remdesivir baru bisa dipasarkan pertengahan bulan Mei lalu. Sebelum ditemukan Remdesivir, tidak ada obat untuk mengobati virus corona, sehingga para dokter hanya mengandalkan terbentuknya antibodi pasien. Untuk mengaktifkan antibodi pasien, dokter meminta pasien untuk banyak istirahat dan tidur, makan yang bergizi dan minum vitamin. Sedangkan untuk pasien yang sudah sangat sulit bernafas dibantu dengan menggunakan ventilator, yaitu alat bantu pernafasan.

Menurut kedokteran, anak muda dapat membentuk antibodi untuk melawan virus, maupun bakteri atau kuman yang masuk kedalam tubuhnya dalam waktu sekitar 7 hari, kecuali anak muda yang memiliki riwayat penyakit pernafasan seperti asthma, bronchitis dan TBC atau memiliki riwayat penyakit berat seperti diabetes, jantung dan kanker pembentukan antibodinya menjadi lebih lambat bisa sekitar 15 hari.  Untuk orang tua yaitu yang orang yang berumur lebih dari 50 tahun pembentukan antibodinya juga sudah mulai melambat yaitu sekitar 15 hari. Artinya 15 hari ini yaitu sebelum antibodinya dapat terbentuk dengan baik, orang tersebut sudah keburu meninggal dunia diserang oleh virus corona yang masa inkubasinya begitu cepat.

Sebetulnya ada cara yang sangat luar biasa untuk meningkatkan antibodi manusia, yaitu dengan olahraga pernafasan.   Setiap olahraga akan membuat antibodi lebih cepat terbentuk, apalagi olahraga tersebut olahraga pernafasan, dapat membuat antibodi seseorang terbentuk sangat cepat luar biasa. Anak muda yang melakukan olahraga pernafasan, antibodinya bisa terbentuk hanya dalam waktu 3 hari, sedangkan orang tua (yang diatas umur 50 tahun) yang rata-rata antibodinya terbentuk dalam waktu 15 hari atau dua minggu bisa dipercepat hanya dalam waktu 1 minggu sudah terbentuk.  

Artinya anak muda yang terkena virus corona bila melakukan olahraga pernafasan hanya tiga hari terserang sesak nafas dan dampak dari sesak nafas seperti batuk-batuk, badan panas, sakit tenggorokan dan sakit kepala, setelah itu mereka sehat karena antibodinya langsung membunuh virus corona sampai tuntas.  Sedangkan orang tua dalam 7 hari sudah terbentuk antibodinya, sehingga hanya mengalami serangan sesak nafas serta dampak yang diakibatkan sesak nafas sekitar 7 hari setelah itu sehat karena antibodinya sudah langsung membasmi virus corona.

Karena begitu luar biasanya olahraga pernafasan ini untuk meningkatkan antibodi, mari kita ajak teman-teman kita, saudara-saudara kita, dan tetangga kita untuk melakukan olahraga pernafasan agar terhindar dari ancaman maut virus corona.

Kembali Ke
Atas